Dobo-Diskominfo. Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, menghadiri sekaligus bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung dengan khidmat di Lapangan Upacara Depan Kantor Bupati Kepulauan Aru, Senin (1/6/2026).
Upacara tahun ini mengusung tema nasional yang penuh makna, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebuah tema yang mencerminkan semangat kebangsaan sekaligus peran strategis Pancasila di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Kegiatan upacara dihadiri oleh Wakil Bupati Kepulauan Aru, Drs. Mohammad Djumpa, M.Si., Forkompimda, pimpnan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran TNI/Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), Purna Paskibraka 2025, para tamu undangan, serta seluruh peserta upacara. Perwira Upacara dipercayakan kepada Komandan Rayon Militer (Danramil) 1503-03/Dobo, Kapten Infanteri Edi Patimmin, sementara Komando Upacara dipimpin oleh Wakil Sementara Perwira Seksi Personalia (WS PASI PERS), Letnan Dua Infanteri Muhamad Thohir.

Peringatan Hari Lahir Pancasila ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan, merenungkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai jangkar moral dalam menghadapi tantangan global, sekaligus memastikan setiap kebijakan daerah senantiasa berlandaskan prinsip keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.
Bupati Timotius Kaidel membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia Prof.Drs.K.H.Yudian Wahyudi.M.A.,Ph.D dalam amanatnya tersebut ditegaskan bahwa Pancasila bukanlah hanya sekadar seremonial tahunan, melainkan sebuah refleksi mendalam untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Pancasila disebut sebagai “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang sarat ketidakpastian.
Dalam sambutan yang dibacakan Bupati tersebut disampaikan pesan kepada para menteri dan kepala daerah di seluruh Indonesia agar memastikan setiap kebijakan publik yang dilahirkan benar-benar berlandaskan keadilan sosial, demi memenuhi hak-hak masyarakat yang paling kecil, serta secara tegas melawan segala bentuk intoleransi yang mengancam persatuan bangsa.
Upacara berlangsung tertib dan khidmat mengikuti tata urutan resmi, dimulai dari persiapan pasukan, laporan perwira upacara, pengibaran Bendera Merah Putih yang dilaksanakan oleh Purna Paskibraka 2025, pembacaan teks Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, penyampaian amanat BPIP RI oleh Bupati, hingga ditutup dengan pembacaan doa dan pembubaran pasukan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebangsaan terus hidup dan mengakar di bumi Kepulauan Aru, seiring tekad bersama untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman nyata dalam setiap langkah pembangunan daerah dan kehidupan bermasyarakat.
