Dobo-Diskominfo. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Maya Bebi Lewerisa, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Maluku, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting bersama TP PKK Kabupaten Kepulauan Aru,. Kegiatan ini sekaligus menjadi pembukaan Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKS-TTB) dan berlangsung di Aula Lantai 2 BPKAD Kabupaten Kepulauan Aru. Senin (5/10/2026).

Rakor dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah, serta para kepala perangkat daerah lintas sektor. Mereka berasal dari Dinas Kesehatan, Pendidikan dan Kebudayaan, PMD, Bapelitbang, Pengendalian Penduduk dan KB, Kependudukan dan Pencatatan Sipil, PUPR, Perumahan dan Permukiman, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Sosial, Kementerian Agama, dan Satpol PP. Unsur pengurus TP PKK tingkat provinsi dan kabupaten juga hadir.
Sebelum rakor, Ibu Ketua TP Posyandu Provinsi dan rombongan tiba di Bandara Rar Gwamar, Dobo, dan disambut dengan prosesi adat. Prosesi itu meliputi pengalungan kain atau selendang, pemakaian topi adat, dan tarian penyambutan.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Aru membuka dengan pantun selamat datang. Ia menyampaikan bahwa kehadiran Ibu Ketua TP PKK Provinsi menjadi penyemangat bagi seluruh pemangku kepentingan di Aru.
Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Aru memaparkan bahwa stunting masih menjadi tantangan besar di daerah ini. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kepulauan Aru mencapai 37,6 persen. Data aplikasi pencatatan gizi tahun 2025 menunjukkan angka 26,73 persen, sedangkan data tahun 2026 hingga saat ini berada di angka 30,49 persen.
“Ini menunjukkan bahwa stunting bukan hanya urusan Dinas Kesehatan, tetapi urusan kita bersama sebagai lintas sektor,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa target nasional pada 2029 adalah prevalensi stunting 14,2 persen dan wasting 5 persen.
Melalui GKS-TTB, PKK ingin menggerakkan kembali gerakan keluarga sehat. Keluarga sehat dimaknai sebagai keluarga yang tanggap terhadap gizi, kebersihan, dan kesehatan, serta tangguh menghadapi bencana. Hal ini penting karena Kepulauan Aru merupakan wilayah kepulauan yang rentan.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten menegaskan peran masing-masing instansi dalam percepatan penurunan stunting:
- Dinas Kesehatan memperkuat pelayanan Posyandu dan antenatal care (ANC), memberikan pangan tambahan bagi ibu hamil dan balita gizi kurang, serta menangani gizi buruk.
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memastikan remaja putri di SMP dan SMA rutin minum tablet tambah darah tiap minggu, memberi edukasi gizi di sekolah, dan menjadikan PAUD sebagai pintu masuk deteksi dini stunting.
- Dinas PMD memastikan dana desa digunakan untuk operasional Posyandu dan Dasawisma.
- Bapelitbang memprioritaskan perencanaan program stunting dan menjaga ketepatan sasaran anggaran.
- Dinas Pengendalian Penduduk dan KB mengawal 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pendewasaan usia perkawinan, dan peran kelompok sasaran lainnya.
- Dinas Dukcapil memastikan seluruh balita sasaran tercatat by name by address dan memiliki NIK agar intervensi tepat sasaran.
- Dinas P3A mencegah perkawinan anak. Anak perempuan harus sekolah dulu dan sehat dulu sebelum menjadi ibu.
- Kementerian Agama membina calon pengantin agar sehat melalui KUA dan penyuluhan.
- Dinas Perumahan dan Permukiman serta Dinas PUPR menyediakan akses air bersih, sanitasi aman, jamban sehat, dan rumah layak huni.
- Dinas Sosial memastikan data DTKS, PKH, dan bantuan pangan tepat sasaran bagi keluarga berisiko stunting.
- Satpol PP menegakkan perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan mengawal edukasi di lapangan.
“Jika 12 instansi terkait ini kokoh, maka GKS-TTB akan berhasil. PKK siap berada di tengah sebagai penggerak keluarga di lapangan, mulai dari Dasawisma hingga kabupaten,” tegasnya.

Rakor diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, dan sambutan Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Aru. Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua TP PKK Provinsi Maluku sekaligus pembukaan resmi rakor. Setelah itu disampaikan paparan situasi stunting dan cakupan Cek Kesehatan Gratis, diskusi, kesepakatan bersama, dan penutup. Pada kesempatan ini Ibu Ketua TP Posyandu Provinsi juga menyerahkan bantuan kepada TP PKK Kabupaten.
Usai rakor, Ketua TP PKK Provinsi melanjutkan pembinaan kelembagaan PKK bersama TP PKK Kabupaten. Agenda hari itu juga mencakup peluncuran Sekolah Lansia Angkatan II di Kelurahan Siwalima dan pelantikan pengurus KORMI Kabupaten Kepulauan Aru. Pada Selasa (6/10/2026), rombongan dijadwalkan meninjau Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Desa Wokam dan Posyandu Bina Mitra, serta menghadiri pelantikan pengurus Dekranasda dan Wanita Islam Kabupaten Kepulauan Aru.
Menutup sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Aru kembali berpantun:
Dari Dobo berlayar ke Ketapang,
singgah sebentar di Pulau Maekor,
dinas terkait duduk bersama,
agar Aru bebas stunting
