News & Blog

Bupati Aru Pimpin Upacara Peringatan Harganas ke-33, Tekankan Peran Keluarga dalam Cegah Stunting

News & Blog

Dobo-Diskominfo. Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, bertindak selaku Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Senin (29/6/2026). Bertindak sebagai pemimpin upacara, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Gabriel Morwarin, S.Pi.

Upacara tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta perwakilan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai OPD di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Timotius Kaidel membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Dalam sambutannya, disampaikan bahwa kehidupan saat ini berada di era perubahan yang berlangsung cepat, ditandai dengan ketidakpastian, kerumitan, kebingungan arah, disrupsi teknologi, hingga pergeseran nilai ke dalam rumah tangga melalui gawai.

“Jika keluarga lemah, tantangan ini akan merusak masa depan anak. Ketangguhan keluarga bukan pilihan, melainkan keharusan nasional,” ujar Bupati membacakan sambutan tersebut.

Disampaikan pula bahwa kondisi ini berkaitan erat dengan bonus demografi yang menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Namun, peluang tersebut dapat berubah menjadi ancaman berupa pengangguran dan ketidakstabilan sosial apabila generasi usia produktif tidak memiliki kualitas yang memadai.

“Peningkatan kualitas sumber daya manusia dimulai dari keluarga, bukan hanya dari sekolah atau tempat kerja. Hal ini ditopang oleh tiga pilar utama,” kata Bupati.

Bupati menjelaskan, pilar pertama adalah aspek kesehatan, yakni penuntasan stunting dengan memenuhi kebutuhan gizi pada seribu hari pertama kehidupan agar perkembangan otak anak optimal dan mampu bersaing di era teknologi. Pilar kedua, menjadikan rumah sebagai tempat menanamkan integritas, kejujuran, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, dan kerja sama. Sementara pilar ketiga, menjadikan rumah sebagai tempat perlindungan emosional agar anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah menyerah menghadapi tekanan.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan sejarah singkat lahirnya Hari Keluarga Nasional, yang bermula dari peristiwa 29 Juni 1949, saat para pasukan yang bergerilya maupun yang sebelumnya ditawan oleh Belanda dapat kembali pulang dan berkumpul bersama keluarga.

Sebagai penutup, acara diisi dengan pemberian penghargaan kepada pihak-pihak yang berhasil menurunkan angka stunting melalui berbagai program kerja yang telah dilaksanakan.

We take processes apart, rethink, rebuild, and deliver them back working smarter than ever before.