Dobo–Diskominfo. Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan staf, unsur TNI dan Polri beserta jajarannya, BUMN dan BUMD bersama staf, instansi vertikal, Camat Pulau-Pulau Aru beserta staf, Lurah Siwalima dan Lurah Galay Dubu bersama staf, serta para Ketua RT dan RW bersama warganya se-Kota Dobo, melaksanakan kerja bakti bersama atau Jumat Bersih pada Jumat (13/2/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kebersihan, keindahan, dan kesehatan dilingkungan Kota Dobo dan sekitarnya. Aksi bersih dilaksanakan secara terfokus pada tiga ruas strategis. Lokasi pertama mencakup Jembatan Gantung Sipur Pantai hingga Jembatan Sipur Lorong Sangrila. Lokasi kedua meliputi Jembatan Sipur Lorong Sangrila sampai Jembatan Maumere. Sementara lokasi ketiga dimulai dari Jembatan Lorong Maumere hingga Lorong belakang Gedung Serbaguna lama.
Pantauan tim redaksi selama berada dilokasi kerja bakti jumat bersih terlihat Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel serta Wakil Bupati Drs.Mohammad Djumpa M.Si Sekretaris Daerah Yacob Ubyaan S.Sos, didampingi oleh Sekertaris Badan Lingkungan Hidup Apres Mukuje SH, Wakil Polres Kepulauan Aru Kompol Djesi Batara, S.Sos dan juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika beserta staf Diskominfo.
Penentuan lokasi tersebut merujuk pada surat Bupati nomor 600.4/10 tertanggal 12 Pebruari 2026, mengingat jalur jembatan dan lorong-lorong tersebut merupakan titik dengan intensitas aktivitas warga tinggi sehingga kebersihan di area ini memberi efek langsung pada kualitas lingkungan dan kesehatan publik. Pembersihan sampah-sampah disimpul-simpul utama akan mempercepat perubahan perilaku warga untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Kegiatan Jumat Bersih ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden terkait korve bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah pada 2 Februari 2026. Dengan melibatkan lintas sektor—pemerintah, aparat keamanan, BUMN, BUMD, instansi vertikal, hingga masyarakat pelaksanaan korve diposisikan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan gerakan kolektif.
Program kebersihan sering kali dinilai seremonial jika tidak diikuti konsistensi dan keterlibatan semua pihak serta pembagian lokasi yang jelas pada kegiatan ini menjadi hal yang penting sehingga kerja bakti ini bisa dilakukan secara serentak, dan berdampak nyata di lapangan.
Melalui jumat bersih ini, Pemerintah Daerah berharap tercipta lingkungan kota Dobo yang lebih bersih dan sehat sekaligus menumbuhkan budaya gotong royong kedepan, sehingga konsistensi pelaksanaan dan evaluasi berkala misalnya pengelolaan sampah pasca kegiatan menjadi kunci agar dampaknya berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu momentum saja.

