News & Blog

Wabup Djumpa Buka Bimtek Tim Pembina Posyandu Fokus Percepatan Penurunan Stunting di Aru

News & Blog

Dobo-Diskominfo. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan, Senin (27/7/2027). Kegiatan yang berlangsung di Kafe Gospel, Dobo, ini dibuka oleh Wakil Bupati Kepulauan Aru, Drs. Mohammad Djumpa, M.Si, mewakili Bupati Kepulauan Aru.

Acara turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Aru, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, pimpinan OPD teknis, Kepala Dinas Kesehatan, para camat dan lurah se-Kabupaten Kepulauan Aru, para kepala Puskesmas, kepala desa, dan Tim Penggerak PKK tingkat kecamatan.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wakil Bupati, disebutkan bahwa posyandu saat ini telah bertransformasi menjadi posyandu layanan primer. Posyandu tidak lagi hanya melayani kesehatan ibu dan anak (KIA), tetapi juga mencakup layanan siklus hidup bagi bayi, balita, remaja, usia produktif, hingga lansia.

“Peran tim pembina posyandu sangatlah vital. Bapak dan ibu sekalian adalah garda terdepan yang bertugas merencanakan, membina, memantau, dan mengevaluasi kinerja kader posyandu di lapangan,” ujar Wakil Bupati membacakan sambutan Bupati.

Melalui bimtek ini, Bupati berharap peserta mampu:

  1. Memahami tata kelola posyandu yang baru sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.
  2. Meningkatkan kualitas pelayanan kader, mulai dari pencatatan dan pelaporan hingga penyuluhan yang efektif.
  3. Mempercepat penurunan stunting dengan menjadikan posyandu sebagai pusat deteksi dini dan pencegahan stunting di setiap desa

Ketua Panitia Penyelenggara, Muhardin Muin, S.KM., M.KM, dalam laporannya menjelaskan tiga tujuan kegiatan ini, yaitu advokasi dan koordinasi transformasi layanan primer posyandu kepada tim pembina dan lintas sektor, evaluasi kinerja tim pembina dalam mendukung transformasi tersebut, serta bimbingan teknis kepada tim pembina posyandu tingkat kecamatan bersama Puskesmas.

Muhardin menambahkan, kegiatan ini dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Aru.

We take processes apart, rethink, rebuild, and deliver them back working smarter than ever before.