News & Blog

Wakil Bupati Kepulauan Aru Lepas 10 Santri-Mahasantri Yayasan Cahaya Timur Nusantara

News & Blog

Dobo-Diskominfo. Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Aru Drs.Mohammad Djumpa M.Si secara resmi melepas sepuluh santri dan mahasantri Yayasan Cahaya Timur Nusantara untuk melanjutkan pendidikan pada Tahun 2026. Prosesi pelepasan tersebut berlangsung dilantai II gedung BPKAD dan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Aru,.Rabu( 9/09/2026)

Acara ini turut dihadiri Anggota DPRD Ahmad Kabir Prakon, dan Asisten Sekretaris Daerah, Sekertaris Dinas Pendidikan,, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Aru, unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta pimpinan umat beragama di wilayah Kabupaten Kepulauan Aru,  Hadir pula pimpinan dan pengurus Yayasan Cahaya Timur Nusantara yang juga adalah anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, para imam, ta’mir masjid, alim ulama, serta orang tua dan wali santri.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kepulauan Aru, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pelepasan tersebut sebagai bagian dari upaya bersama mencerdaskan generasi harapan bangsa yang beriman dan bertakwa. Ia menegaskan bahwa santri-mahasantri merupakan sosok muda yang telah mampu berpikir kritis, membedakan hal baik dan tidak baik, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi—salah satunya tercermin dari cara berpakaian dan perilaku yang senantiasa dijaga sesuai etika.

Bupati menyampaikan sejumlah pesan pembinaan kepada para santri-mahasantri yang dilepas, di antaranya:

  1. Kemanusiaan sebagai fondasi ilmu dan iman. Ilmu dalam tradisi pesantren tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan rasional, tetapi juga sebagai jalan menuju kemuliaan akhlak, sehingga santri dididik untuk menjadi manusia yang bermanfaat, bukan sekadar pintar.
  2. Peran baru santri di era digital. Santri-mahasantri, khususnya dari Yayasan Cahaya Timur Nusantara, diharapkan terlibat aktif dalam inovasi sosial, pendidikan digital, kewirausahaan yang beretika, dan gerakan lingkungan berkeadilan, sekaligus menjadi pembaharu nilai kemandirian ekonomi bagi pembangunan nasional.
  3. Menjadi duta peradaban. Di tengah dunia yang diwarnai ujaran kebencian dan konflik identitas, santri-mahasantri diharapkan mampu menebarkan nilai rahmatan lil ‘alamin—menyebarkan kasih, menghindari kekerasan, dan menghormati perbedaan—serta menjembatani dialog antaragama dan antarkultur.
  4. Menjaga persatuan bangsa. Bupati mengajak para santri untuk memperjuangkan kebenaran, keadilan, dan cinta tanah air, meningkatkan kesadaran kritis, menolak paham yang bertentangan dengan nilai agama dan budaya bangsa, serta mewaspadai bahaya radikalisme.
  5. Mengutamakan adab di atas ilmu. “Orang beradab sudah tentu berilmu, tapi orang berilmu belum tentu beradab,” pesan Bupati, seraya mengingatkan santri agar senantiasa menjadi cerminan wujud perintah Allah SWT dalam menimba ilmu dan membangun bangsa.
  6. Konsisten menjalankan ibadah dan menjaga marwah lembaga. Bupati berpesan agar santri tidak pernah meninggalkan salat lima waktu, membaca Al-Qur’an, mengutamakan ukhuwah dengan akhlakul karimah, serta senantiasa menjaga nama baik lembaga pendidikan dan membanggakan orang tua.

Wakil Bupati juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi pimpinan, pengurus yayasan, dan staf pengajar yang telah membangun pondasi pendidikan yang kokoh bagi generasi muda di Kepulauan Aru. Ia berharap para santri dapat menjadi agen perubahan positif bagi masyarakat di masa depan.

“Dengan memohon petunjuk Allah SWT, saya dengan resmi melepaskan Santri-Mahasantri Yayasan Cahaya Timur Nusantara Tahun 2026. Selamat dan sukses untuk kegiatan lanjutan, kiranya menjadi amal ibadah yang diberkahi oleh Allah SWT,” ujar Bupati Timotius Kaidel menutup sambutannya.

Sepuluh Santri yang Dilepas

Berikut nama-nama santri dan mahasantri Yayasan Cahaya Timur Nusantara yang dilepas untuk melanjutkan pendidikan:

  1. Mohlid Selfara
  2. Jumadi Basoetan
  3. Sumi Nomay
  4. Afifah Nomay
  5. Balgis Gamarborbir
  6. Califa Daeng Matally
  7. Usman Humanjini
  8. Fatimah Baun
  9. Fahrian Teguh Nurhamsyah
  10. Hairul Azzam Latukau

Rincian peserta:

  • Mahasantri/Mahasiswa: 4 orang
  • Jenjang SMA: 6 orang
  • Ikhwan/Laki-laki: 5 orang
  • Akhwat/Perempuan: 5 orang

Kegiatan pelepasan ini menjadi momentum bagi para santri untuk melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya dengan bekal nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kepekaan sosial yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di Yayasan Cahaya Timur Nusantara.

We take processes apart, rethink, rebuild, and deliver them back working smarter than ever before.